Salah satu keputusan awal yang sering membingungkan pemula saat setup iklan adalah memilih jenis targeting: Custom Audience atau Lookalike Audience. Keduanya sama-sama efektif, tapi paling optimal dipakai di tahap bisnis yang berbeda.
Artikel ini membahas perbedaan keduanya dan panduan sederhana menentukan mana yang sebaiknya dipakai lebih dulu sesuai kondisi bisnismu.
Apa Itu Custom Audience
Custom Audience adalah audiens yang dibuat dari data yang sudah kamu miliki — pengunjung website, daftar email pelanggan, atau orang yang pernah berinteraksi dengan akun sosial mediamu. Targeting ini sangat relevan karena menyasar orang yang sudah punya sedikit banyak "kenal" dengan brandmu.
Apa Itu Lookalike Audience
Lookalike Audience adalah audiens baru yang karakteristiknya mirip dengan Custom Audience yang sudah ada — misalnya orang-orang yang punya kemiripan perilaku dengan pelanggan lamamu. Targeting ini berguna untuk menjangkau audiens baru yang punya potensi tinggi tertarik dengan produkmu.
Kapan Sebaiknya Pakai Custom Dulu
Custom Audience paling cocok dipakai lebih dulu kalau kamu sudah punya data pelanggan atau pengunjung website, meski jumlahnya belum terlalu besar. Retargeting ke audiens ini biasanya menghasilkan konversi lebih cepat karena mereka sudah familiar dengan brandmu.
Kapan Sebaiknya Pakai Lookalike
Lookalike Audience lebih cocok dipakai setelah kamu punya cukup banyak data Custom Audience berkualitas (biasanya minimal beberapa ratus orang) sebagai basis, karena semakin besar dan berkualitas basis datanya, semakin akurat pula hasil Lookalike yang dihasilkan sistem.
Kalau baru mulai dan belum punya data pelanggan sama sekali, mulai dulu dengan targeting minat/interest secara manual sambil mengumpulkan data untuk Custom Audience.
Tabel Perbandingan Cepat
| Aspek | Custom Audience | Lookalike Audience |
|---|---|---|
| Basis data | Data pelanggan/pengunjung sendiri | Kemiripan dengan Custom Audience |
| Cocok untuk | Retargeting, konversi cepat | Menjangkau audiens baru berkualitas |
| Prasyarat | Punya data pelanggan sendiri | Butuh basis Custom Audience yang cukup besar |
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Langsung memakai Lookalike padahal basis Custom Audience masih terlalu kecil atau kualitasnya rendah.
- Tidak pernah memperbarui data Custom Audience, sehingga targetingnya jadi kurang relevan seiring waktu.
- Menggabungkan terlalu banyak sumber data berbeda ke satu Custom Audience tanpa mempertimbangkan relevansinya.
- Mengabaikan Custom Audience sama sekali dan hanya mengandalkan targeting minat secara manual.
Kalau dirangkum, urutan yang paling masuk akal untuk kebanyakan bisnis baru adalah membangun Custom Audience dulu dari data yang sudah dimiliki, baru mengembangkan ke Lookalike Audience setelah basis datanya cukup besar dan berkualitas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Umumnya minimal beberapa ratus orang, meski hasil terbaik biasanya didapat dengan jumlah data yang lebih besar dan berkualitas.
Sangat boleh, bahkan disarankan setelah keduanya siap — Custom untuk retargeting, Lookalike untuk menjangkau audiens baru.
Mulai dengan targeting minat/interest manual dulu, sambil mengumpulkan data pengunjung website atau interaksi sosial media untuk membangun Custom Audience.
Umumnya lebih presisi kalau basis datanya berkualitas, tapi tidak selalu — tetap perlu diuji dan dibandingkan performanya.
Sebaiknya diperbarui secara berkala, terutama kalau sumber datanya (misalnya pengunjung website) terus bertambah dari waktu ke waktu.
Terakhir diperbarui 01 Jul 2026 oleh tim editorial koodakmedia.